Kamis, 09 Februari 2017

Cerpen-Rasa lapar

                                                                     Rasa lapar

Malam yang sunyi nan dingin,tempat tidur ini terasa sedingin balok es,membuat tubuhku serasa membeku seketika saat kulihat dia berdiri diambang pintu kamar,memandangku,mengayunkan langkah kecil,menutup pintu rapat-rapat.Dilihatnya aku sedang duduk diatas tempat tidur mewah dan besar milikku seorang.Kupandangnya dengan kebingungan,bertanya dalam benakku "Apa yang membuatnya datang ditengah malam seperti ini? Sendirian".
Dia mulai berjalan kearahku dengan perlahan hingga akhirnya dia berdiri kokoh dihadapanku walau jaraknya cukup jauh tapi aku bisa menangkap wajah tampannya dengan jelas.Sekali lagi dia menatapku yang menurutku itu sangat aneh.Dia terdiam memandangku,rasa penasaran semakin memuncak dihati.
Tak lama setelah dia memandangku perlahan dia memasukkan tangannya kesaku celananya dan mengeluarkan sesuatu dari sana,ukurannya kecil nan imut,baunya manis menggoda,berwarna merah terang dan terbungkus rapi didalam bungkusan plastik.Dia maksudku Zard meletakkan benda manis tadi di atas kasur tepat di tempatnya berdiri,dia berlalu tanpa mengatakan satu kata untuk menjelaskan keadaan yang diciptakan.Aku benar-benar bingung dibuatnya astaga....
"Kau hanya memberiku sebungkus permen,tidak bisakah kau memberiku lebih untuk membasahi tenggotokanku yang kering ini?" Tanyaku padanya sekaligus membuat langkahnya terhenti dengan cepat.Dia membalikkan seluruh badannya.
"Maaf,hanya memberimu sebungkus permen tak beguna padamu itu karena aku tahu kau tidak mengiginkanku"
"Mengapa kau berkata seperti itu?,aku sangat mengiginkan mu saat ini,maukah kau memberiku lebih dari sekedar sebungkus permen?" Lanjutku lagi sambil menatapnya dengan rasa haus yang sangat,melesat kehadapannya,dia mendekatkan lehernya ke dekat mulutku.
"Ambillah sebanyak yang kau inginkan! Kuharap kau menyukainya" Cih,dasar bodoh bisa-bisanya dia mengatakan hal itu padaku,mungkin dia berfikir aku akan melakuknnya.
"Mengapa kau sangat mengiginkan hal itu? Katakan apa alasannya!"
"Itu karena aku menyukaimu" Katanya perlahan.
"Em...aroma tubuhmu sungguh nikmat,aku sangat menyukainya.Jujur saja diantara kalian semua aroma tubuhmu yang paling manis"
"Benarkah? Kalau begitu..." Hahaha dasar payah dia mau mati sia-sia demia aku.Mundur untuk menghindar darinya,berusaha mengabaikan aroma manis yang berasal darinya dan berpaling.
"Pergilah! Aku ingin beristirahat"
"Mengapa kau selalu saja memberiku harapan palsu? Aku..."
"Dasar bodoh kau akan mati sia-sia"
"Memangnya kenapa? Aku melakukannya karena aku menyukaimu" Ucapnya dengan lantang,dia meniggikan vokalnya alis berteriak.Dia meraih tanganku dan membawaku kedalam pelukannya.Astaga dia benar-benar sudah gila.
"Apa yang kau lakukan?"


1 komentar: